Bismillahirrahmanirrahim

Tulisan ini dipersembahkan buat saudara-saudaraku yang sudah menikah, yang sedang proses menikah, maupun yang sedang berikhtiar untuk segera menikah ^^
Khususnya tulisan ini dipersembahkan untuk imamku, pelindungku, dan pengingatku, yaitu suamiku tercinta yang memberi PR istrinya ini untuk membuat sebuah tulisan bebas. Ini tulisan yang temanya masih dirahasiain tadi ๐Ÿ™‚

Sebelum menikah, saya belum merasakan makna โ€œBukan Jatuh Cinta, Tapi Bangun Cintaโ€. Saat itu saya baru sebatas memahami bahwa saat kita menikahi seseorang baiknya kita tidak hanya karena jatuh cinta pada seseorang. Dari yang saya dapet, hal ini disebabkan kalau yang namanya jatuh cinta itu lebih mengarah ke kata kerja yang dilakukan sekali saja. Sementara bangun cinta itu lebih mengarah ke kata kerja yang dapat dilakukan terus menerus. Dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu. Sejak tahu hal tersebut, saya menguatkan diri saya bahwa jika ada seorang laki-laki yang datang untuk berproses menikah, baik saya kenal atau tidak sebelumnya, baik saya pernah terbersit rasa kagum atau belum, selagi laki-laki tersebut baik agama dan akhlaknya, maka saya akan berproses ke tahap selanjutnya.

Nah, setelah menikah saya mulai merasakan makna dari frase kata tersebut…

Maklum sebelum berproses untuk menikah, saya dan suami memang belum pernah berinteraksi secara langsung berdua. Wajar karena selama di kampus lebih sering berbeda tempat kami beraktivitas. Saya cukup sering mendengar nama beliau di beberapa kepanitiaan di kampus. Tapi memang saat itu hanya mengenal nama dan wajah. Kalau suami saya beda lagi cerita beliau. Beliau sempet mengenal wajah saya tapi belum tahu nama ^^ Begitulah ๐Ÿ˜€ Sampai saat beliau datang untuk berproses menikah, saya sempat kaget^^ Kagetnya lebih karena saya merasa kami belum terlalu kenal. Lalu saya teringat frase kata โ€œBukan Jatuh Cinta, Tapi Bangun Cintaโ€ itu. Ya, bisa jadi kami memang belum terlalu kenal tapi proses menuju pernikahan ini adalah cara Allah mengenalkan kami untuk memasangkan hamba-hambaNya. Bisa jadi kami juga belum merasa ada rasa apa-apa saat itu (yakin?:D) tapi justru setelah ijab qabul diberikan Allah rasa cinta yang terus bermekaran dari waktu ke waktu. Hal inilah yang saya rasakan setelah menikah dan terus saya panjatkan dalam doโ€™a. Alhamdulillah, karena rahmat Allah, saya merasa diberikan rasa cinta dari Allah kepada suami saya dan juga sebaliknya yaitu rasa cinta suami saya dari Allah kepada saya. Rasa cinta yang terus bermekaran itu membuat saya merasa bersyukur dan merasa sakinah ๐Ÿ™‚

Selain itu, saya semakin menemukan beberapa kecocokan sifat dan hal lainnya antara kami setelah menikah. Saya merasa ada beberapa kesamaan di antara kami yang baru kami temukan setelah menikah ๐Ÿ˜€ Ceritanya dulu saya sempat beberapa waktu bantu-bantu di bagian GCorp/Depkon. Ternyata dulu juga suami sempat ikut di departemen yang sama saat beliau tingkat pertama kuliah. Tapi ketentuan Allah, belum ketemu pas di situ^^ Ya, salah satu kecocokan kami yang saya rasakan adalah sama-sama cukup tertarik dengan hal-hal mengenai entrepreneurship. Saat setelah menikah saya baru tahu dulu beliau pernah memulai usaha baik waktu di kampus maupun saat kerja. Alhamdulillah saya merasa makin bertambah rasa cinta ini โค

Rasa cinta antara kami terbangun bukan hanya karena kesamaan. Tapi juga karena perbedaan yang kami miliki. Alhamdulillah saya merasa sifat-sifat beliau melengkapi kekurangan saya. Hal ini juga semakin membangun rasa cinta saya. Semoga dengan Allah menyatukan kami dalam ikatan pernikahan ini semakin membawa kami menjadi hambaNya yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Saya semakin meyakini bahwa bangun cinta setelah ijab qabul adalah hal yang lebih penting dari sekedar jatuh cinta:) Kalau jatuh cinta saja sebelum menikah, bisa jadi seseorang tersebut 'jatuh cinta' pada orang yang tidak seharusnya yaitu pada orang yang akhirnya tidak menjadi suami/istrinya. Tapi dengan bangun cinta setelah menikah, di samping seseorang tersebut beriman akan ketentuan Allah dan bertawakal, seseorang tersebut juga in syaa Allah akan merasakan nikmatnya cinta yang diberikan langsung oleh Allah ๐Ÿ™‚

image

Jadi, jangan sekedar jatuh cinta, tapi bangunlah cinta โค

Allahu a'lam

Ditulis di Bandung sebelum suami yang sedang jauh di sana bangun untuk mengecek PR istrinya ini
Bandung, 14 April 2015 pukul 8.40

Iklan