Ikhwah fillaah,, tulisan ini sy ambil dr buku berjudul Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)

Alhamdulillaah sejak mmbaca tulisan ini, sy merasa ada peningkatan kualitas saat sy mnjalankan shalat (aamiin Ya Rabb)  shalat jangan kita biarkan mnjadi ibadah rutin saja teman2..

 

Kekhusyuan itu mrupakan ciri pertama orang-orang yang beruntung

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya” (TQS Al-Mukminun (23) 1-2)

Kekhusyuan dan kehadiran hati dalam shalat itu merupakan syarat..

Saat sedang shalat, seseorang berujar “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus”.  Namun apabila hatinya lalai dan tidak khusyu,,lalu tidak dimaksudkan sebagai perendahan hati dan doa, maka teramat mudah diucapkan oleh lisan dengan hati yang lalai, apalagi jika telah menjadi kebiasaan.  Itulah hukum zikir..

Maksud dari ruku’ dan sujud adalah ta’zhim (mengagungkan Allah).  Kalau ruku’ dan sujud tidak dimaksudkan sebagai ta’zhim, maka hanya merupakan gerakan punggung dan kepala, tidak ada kesulitan dalam mengerjakannya..

Orang yang shalat adalah orang yang tengah bermunajat (berbicara) kepada Tuhannya sebagaimana dijelaskan dalam hadits Bukhari dan Muslim..sedangkan pembicaraan yang disertai kelalaian tidak bisa disebut munajat..

 

Wallahu a’lam

Hope to be useful for us,,aamiin 🙂

 

 

Iklan